Informasi Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta

Pemerintah Berupaya Meningkatkan Mutu Pendidikan Tinggi

No comments
Pemerintah RI melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi mempunyai tugas untuk mewujudkan pendidikan tinggi yang bermutu alia berkualitas serta kemampuan IPTEK dan inovasi untuk mendukung daya saing bangsa.

Kemenristekdikti melalui Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan terus menerus mendorong dan memfasilitasi upaya-upaya peningkatan mutu pendidikan tinggi melalui penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di setiap perguruan tinggi menuju tumbuhnya budaya mutu (quality culture).

Dalam rangka memotivasi dan mendorong tumbuhnya budaya mutu di perguruan tinggi, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan memberikan Apresiasi Perguruan Tinggi yang Menerapkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Penghargaan ini diberikan secara selektif kepada perguruan tinggi bukan PTN-BH dan terakreditasi peringkat A atau B yang telah mengisi instrumen pemetaan SPMI online tahun 2018, penerima apresiasi telah divisitasi dan diverifikasi kelengkapan dokumen SPMI, serta direviu kesesuaian penerapannya oleh tim Pengembang SPMI.

Ada sekitar 16 perguruan tinggi masuk nominasi dan dilakukan visitasi namun dalam rapat pleno Tim Pengembang SPMI diputuskan hanya ada 10 perguruan tinggi penerima apresiasi sesuai dengan bentuk perguruan tinggi yaitu : 4 Universitas, 3 Politeknik, 1 Sekolah Tinggi, dan 2 Akademi. Untuk kategori Institut, tahun ini tidak ada yang menerima apresiasi setelah divitasi tim dan dinyatakan tidak ada yang lolos mendapatkan apresiasi.

Dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0, sektor pendidikan tinggi memainkan peran penting untuk mendukung ekonomi bangsa dan meningkatkan daya saing bangsa. Perguruan tinggi juga diharapkan dapat terus meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan tinggi agar mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas.

“Tidak hanya dengan ilmu pengetahuan saja, mahasiswa juga harus memiliki kemampuan ‘hard skill’ dan kemampuan ‘soft skill’ yang baik untuk siap menghadapi era revolusi industri keempat saat ini,” ujar Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Na’im pada pembukaan konferensi Asia Pacific Quality Network (APQN) Global Summit 2018 di Hotel Anvaya Beach Ressort Denpasar, Bali, Senin (28/8).

Ketua Dewan Eksekutif Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang juga sebagai Presiden ASEAN Quality Assurance Network (AQAN), T. Basaruddin, mengatakan bahwa konferensi AQPN Global Summit telah dianggap sebagai salah satu acara internasional tahunan yang penting di bidang jaminan kualitas untuk pendidikan tinggi.

“Jaminan kualitas dalam pendidikan tinggi telah menjadi masalah global. Institusi pendidikan tinggi di seluruh dunia saat ini juga sudah memfokuskan masalah ini untuk merancang dan menerapkan mekanisme dan sistem jaminan kualitas yang baru untuk kedepannya,” tambahnya.

Kami berharap informasi mengenai Mutu Pendidikan Tinggi dapat bermanfaat khususnya bagi para pelajar yang berminat meneruskan kuliah di PTN/PTS, Amin Yaa Alloh Yaa Robbal 'Alamin!

Sumber:
- ristekdikti.go.id
- ujiantulis.com

No comments :

Post a Comment