Informasi Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta

Politeknik

No comments
Lembaga Politeknik atau poltek sering disingkat Poltek dan sering disamakan dengan institut teknologi, yang memberikan berbagai jenis gelar dan sering beroperasi pada tingkat yang berbeda-beda dalam sistem pendidikan. Politeknik dapat berupa institusi pendidikan tinggi dan teknik lanjutan serta penelitian ilmiah ternama dunia atau pendidikan vokasi profesional, yang memiliki spesialiasi dalam bidang ilmu pengetahuan, teknik, dan teknologi atau jurusan-jurusan teknis yang berbeda jenis. Istilah tersebut juga dapat merujuk pada sekolah pendidikan menengah yang berfokus pada pelatihan vokasional.

Istilah politeknik terambil dari bahasa Yunani "polu" atau "poly" yang bermakna "banyak" dan "tekhnikos" yang bermakna "seni" atau "art" dalam bahasa Inggris.

Politeknik dalam pendidikan di Indonesia merupakan salah satu bentuk perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam sejumlah bidang pengetahuan khusus.

Politeknik adalah bagian dari sistem pendidikan nasional yang bertujuan menyiapkan mahasiswa menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan pofesional yang dapat menerapkan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan kesejahteraan umat manusia serta memperkaya kebudayaan nasional.

Politeknik merupakan pendidikan profesional yang diarahkan pada kesiapan penerapan keahlian tertentu. Guna mencapai maksud itu, politeknik memberikan pengalaman belajar dan latihan yang memadai untuk membentuk kemampuan profesional di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Di Indonesia terdapat sekitar 39 (tiga puluh sembilan) politeknik yang berstatus Perguruan Tinggi Negeri. Politeknik-politeknik ini tersebar di dua puluh dua provinsi.

Sejalan dengan upaya menjadikan perguruan tinggi politeknik sebagai salah satu tujuan kuliah bagi calon mahasiswa, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, terus mendorong politeknik untuk berbenah diri.

Menristekdikti juga mengatakan bahwa kebutuhan dunia industri yang menuntut kompetensi lulusan politeknik harus di match dengan learning outcome yang ada di politeknik.

Beberapa cara yang ditempuh pemerintah bersama-sama dengan politeknik diantaranya adalah dengan merancang program Multi Entry Multi Outcome (MEMO) bagi mahasiswa politeknik. Nantinya, mahasiswa dapat memilih berbagai altetnatif perkuliahan yang memungkinkan mereka untuk langsung bekerja di industri dengan tetap dapat kembali lagi ke bangku perkuliahan.

Multi Entry Multi Outcome atau disingkat MEMO nantinya diharapkan dapat mempercepat kebutuhan industri dan memutus mata rantai kemiskinan. Jadi lulusan politeknik akan selalu siap kerja bukan siap training.

Ketua FDPNI, Rahmat Imbang menyebutkan kajian skema MEMO ini masih membutuhkan beberapa penyesuaian dan penyelerasan peraturan. Diantaranya penyesuaian kurikulum, instrumen penilaian BAN PT, pangkalan data pendidikan tinggi (untuk menjamin keabsahan ijazah), dan sebagainya.

Terkait penilaian akreditas, Menteri Nasir menyebutkan banyak politeknik yang sebenarnya berkualitas namun belum mendapat akreditasi yang baik. Instrumen yang digunakan BAN-PT adalah instrumen pada akademik. Sementara politeknik aspek akademiknya hanya 30 persen, 70 persennya adalah praktek. Dengan demikian harus ada instrumen khusus untuk penilaian politeknik.

Kami berharap informasi mengenai persoalan salah satu bentuk Perguruan Tinggi yaitu Politeknik, dapat bermanfaat khususnya bagi para pelajar yang berminat meneruskan kuliah di Perguruan Tinggi, Amin Yaa Alloh Yaa Robbal 'Alamin!

Sumber:
- ristekdikti.go.id
- ujiantulis.com

No comments :

Post a Comment