Informasi Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta

Mengenal Profil Universitas Islam Sultan Agung

No comments
Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) ialah perguruan tinggi Islam swasta yang berlokasi Kampus di Jalan Kaligawe Raya No.KM, RW.4, Terboyo Kulon, Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Universitas Islam Sultan Agung merupakan PTS yang telah terakreditasi institusi dengan nilai A. Unissula tergolong World Class Islamic University serta perguruan tinggi Islam swasta ternama yang berada di Indonesia.

Unissula mengusung visi yakni sebagai Universitas Islam terkemuka dalam membangun generasi khaira ummah, mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi atas dasar nilai-nilai Islam dan membangun peradaban Islam menuju masyarakat sejahtera yang dirahmati Allah Swt. dalam kerangka rahmatan lil ‘alamin.

Universitas Islam Sultan Agung didirikan oleh Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) pada tanggal 16 Dzulhijjah 1381 H yang bertepatan dengan tanggal 20 Mei 1962 M. Nama Universitas diambil dari nama Pahlawan Nasional Sultan Agung yang merupakan salah satu pahlawan nasional yang sangat berjasa bagi bangsa Indonesia.

Pemilihan nama Sultan Agung sebagai nama universitas dilatarbelakangi berbagai pemikiran antara lain ia merupakan pemimpin besar yang sangat mencintai bangsa dan negaranya serta sangat gigih melawan berbagai penjajahan. Sultan Agung merupakan seorang raja yang religius dan berkarakter unggul yang mampu mengimplementasikan kehidupan beragama melalui akulturasi budaya yang bisa diterima oleh masyarakat. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika jasa-jasa beliau sebagai pejuang dan budayawan mengantarkan nama besar Sultan Agung ditetapkan sebagai pahlawan nasional Indonesia berdasarkan S.K. Presiden No. 106/TK/1975 tanggal 3 November 1975.

Dasar pemikiran tersebut menjadi sebuah hal yang logis menjadikan nama Sultan Agung sebagai nama universitas dan melalui nama tersebut diharapkan akan terus mengobarkan semangat perjuangan membangun bangsa melalui dunia pendidikan dengan nilai-nilai keislaman.

Unissula sebagai universitas Islam terkemuka telah mencanangkan sebuah haluan besar dalam pendidikannya, yakni bismillah membangun generasi khaira ummah. Filosofi tersebut terinspirasi dari Alquran Surat Ali Imron : 110 “Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.”

Guna mewujudkan hal itu dilakukan melalui strategi pendidikan yang diimplementasikan melalui Budaya Akademik Islami (BudAi). BudAi secara resmi dideklarasikan pada tanggal 18 Agustus 2005. BudAi di sini bukan sekadar semboyan atau motto belaka, tetapi menjadi ruh yang menghidupkan seluruh sendi universitas. Strategi pendidikan yang ber-BudAi pada intinya berisi penguatan ruhiyah dan penguatan Iptek. Penguatan ruhiyah yang dimaksud adalah penguatan akidah, ibadah, dan akhlak yang dikemas dalam gerakan pembudayaan yang meliputi gerakan shalat berjama’ah, gerakan berbusana islami, gerakan thaharah, gerakan keteladanan, gerakan keramahan islami, dan gerakan peningkatan kualitas hidup. Adapun penguatan Iptek terdiri atas semangat iqra’ untuk mengembangkan budaya literasi, mengembangkan Iptek atas dasar nilai-nilai Islam, Islamic Learning Society, dan apresiasi Iptek.

Pendidikan adalah pembudayaan dan pembiasaan dengan tata nilai yang diyakini kebenarannya. Pendidikan di kampus Islam adalah penerapan nilai-nilai Islam dalam keseluruhan kehidupan kampus dan dilaksanakan oleh seluruh warga kampus. Lingkungan dan sarana-prasarana kampus harus menunjang tujuan pendidikan di kampus. Suasana kampus juga harus menunjang tradisi keilmuan Islam, sehingga dapat membangun Islamic Learning Society.

Untuk ke depannya, pendidikan Islam harus mampu meraih kembali kejayaan yang telah diraih oleh pendidikan Islam terdahulu. Untuk mewujudkannya, perlu dibangun sebuah masyarakat pendidikan dengan atmosfir ibadah dan atmosfir akademik yang kondusif, yaitu dengan membangun Islamic Learning Society.

Adapun Islamic Learning Society adalah sebuah gambaran tentang masyarakat kampus yang senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai Islam, dan menjadikan Islam sebagai pandangan hidup segenap civitas akademika, menjadi sumber inspirasi, motivasi, dan sekaligus menjadi filter dalam kegiatan ilmiah dan budaya.

Kegiatan belajar-mengajar (perkuliahan) dengan nilai-nilai islami yang kental mewarnai suasana kampus. Interaksi yang tercipta antara dosen dan mahasiswa, antara dosen dan dosen, dan antara mahasiswa dan mahasiswa, senantiasa mencerminkan interaksi pembelajaran yang menyenangkan dan membahagiakan. Yang pada akhirnya, Islamic Learning Society merupakan hasil dari mantapnya pelaksanaan Budaya Akademik yang diwarnai dengan nilai-nilai yang Islami.

Sumber:
- unissula.ac.id
- ujiantulis.com

No comments :

Post a Comment